Ini adalah cerita yang kutulis malam tadi. Sembari menyeruput secangkir kopi yang telah ku buat, aku mengupas
tuntas materi pesiapan Ujian Nasional. Aku baru saja pulang dari asrama 2,
acara kumpul angkatan. Selepas itu aku tidak langsung balik ke asrama, aku sempatkan berbincang sebentar dengan ketua angkatanku -Ni’mal.
“Uwis
koe ki gak usah pindah, wes telung taun dadi siji kok malah arep pindah…” katanya.
Mendengar
ucapannya itu, hatikulangsung terenyuh. Memang berat
rasanya meninggalkan teman yang sudah 3 tahun bersama dan hampir tiap waktu kulewatkan dengan bersama temanku, saling bahu membahu
dalam menjalin hubungan persahabatan. Dari bangun tidur, mandi, makan,
berangkat sekolah, pulang sekolah, hingga tidur lagi selalu bersama.
Aku sadar akan
hal itu, aku juga tak mungkin berpisah hanya karena suatu alasan yg tidak masuk
akal. Sekarang pilihanku hanya masa depan atau kawan?