23-24 Mei 2014
Haloo readers!!
Gini nih, aku mau nyeritain
sedikit pengalamanku mendaki Gunung untuk yang pertama kali. Gunung yang kudaki
yaitu gunung Merbabu. Tkingginya 3142 mdpl(meter dari permukaan laut) Tepat
saat libur habis Ujian Nasional, itung-itung buat refreshing jugasetelah capek
mikirin pelajaran hehehe,,
Sebenernya tuh rencana awal mendaki pas tahun baru, temenku namamnya Hammam
diajak kenalannya, trus hammam ngajak aku tapi aku gaboleh sama bapakku gara –gara
masih musim hujan. Kalo ditanya temen-temenku awalnya kenapa kok pengen ndaki? Biasanya
tak jawab, yaa pengen aja kok kalo nggak ya buat ngisi waktu libur, kalo nggak
terobsesi film 5 cm (promosi dikit) wkwk.
Menginjak ke sesi perjalanan. Aku bersama dua temanku dari Muallimin,
Hammam Izzuddin (Hammam) dan Akbar Taufiq Al-Faris(Alfaris). Kami bertiga berangkat
dari rumah selepas sholat jumat, langsung menuju ke basecamp merbabu. Dari rumah
naik bis jurusan mgelang-kopeng, turun di indomaret kopeng langsung naik ojek
menuju basecamp. Disana sudah menunggu seorang gaet yang siap memandu kita
selama perjalanan”muncak”.
Kami tiba di basecamp pukul 16.30 langsung menunaikan sholat ashar. Segeraq kami
prepare barang-barang yang dibutuhkan.Tepat pukul 17.00, kami memulai
perjalanan. Dengan bekal do’a, kami berharap agar setiap langkah diberikan
kemudahan.
Sekitar tiga puluh menit berjalan, kami tiba di pos1. Selama perjalanan,
trek yang kami lalui masih didominasi hutan pinus, dengan tanjakan yangmasih
sewajarnya lah. Menuju pos 2, kami mulai
disuguhi pemandangan yang indah. Subhanallah, di sisi kanan kiri jalan yang kami lalui terdapat jurang dan
juga tebing-tebing yang indah mempesona wkwk.
Adzan maghrib berkumandang, kami tiba di pos 2. Kami memutuskan untuk
melanjutkan perjalanan. 45 menit kemudian, kami tiba di pos 3. Kami beristirahat
sebentar dan mengisi air di botol dengan mata air yang letaknya tak jauh dari
pos3.
Karena waktu yang semakin larut, kami segera melanjutkan perjalanan. Medan yang
mulai berat, disertai udara yang semakin dingin dan juga rute yang mulai
terhalang kegelapan semakin menyulitkan langkah kami. Kami memutuskan untuk berhati-hati.
Tak lama kami berjalan, tibalah kami di pos 4. Di situ, aku mulai merasakan
kram di kaki karena kurangnya pemanasan juga karena beban yang kubawa paling
berat(dibanding hammam, dan alfaris. Selepas dari pos 4, jalan yang kami lalui
semakin menanjak. Di situ, aku paling sering meminta break karena sering sekali
kramku kambuh. Selepas jalan menanjak itu, kami tiba di pos puncak 1. Disitu,
kami memutuskan untukbermalam untuk keesokan harinya melanjutkan perjalanan.
Pukul 08.00, setelah kami semua siap, kami berangkat melanjutkan
perjalanan. Rute kami lalui menuju pos puncak2, atau puncak pemancar, karena di
puncak itu ada menara pemancar.
Di puncak 2, kami memutuskan untuk turun karena waktu yang menjadi kendala
karena esok hari ada acara di sekolah. Sebenarnya masih ada 5 puncak di gunung
merbabu untuk dicapai. Sejujurnya aku kecewa karena belum menuntaskan semua
puncak itu. Tapi aku berhasrat untuk mengulanginya suatu saat nanti. amiin. weseeh









