Pages

Jumat, 21 Februari 2014

MOTORKU DISITA....


“SIAL” Begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Kamis kemarin, aku dan Temanku Ghosi berniat untuk mendaftar try out di SMA 8 Yogyakarta. Rencana awal aku hanya ingin berangkat menggunakan Trans Jogja.
                Sebelum berangkat, kusempatkan untuk mampir di angkringan pak Har yang terletak di depan asramaku. Dari situ aku melihat motor pak har yang terparkir di samping angkringan kemudian aku dan ghosi memutuskan untuk meminjamnya.  Karena Helm nya tidak ada, aku memutuskan meminjam helm milik Laundry yang letaknya di seberang asrama. Tanpa berfikir panjang, aku langsung berangkat ke SMA 8.
                Sepulang dari  SMA 8, aku tak langsung kembali ke asrama. Ku pikir semua langkah ini telah berhasil tanpa ada yang tahu siapapun. Aku langsung mengembalikan helm melalui seberang asrama. Tampa kusadarai, Umi yang sedang membersihkan halaman depan melihat aku dan Gohosi yang menyebrang sambil menenteng helm.
                Sepulang dari Laundry, aku langsung masuk asrama. Di depan Umi telah menungguku, kemudian menanya-nanyai aku dan ghosi.  Kami yang belum menyiapkan rencana itu gelagapan setiap di tanyai.
                Kami diinterogasi sangat lama hingga pada intinya Motor Pak Har harus diganti dan orang tua kami dipanggil plus kami mendapat point “30”. Untung di rumah aku punya motor nganggur, akhirnya aku ikhlaskan motor itu disita hingga nanti habis UN bisa diambil. SIAL..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar