Siang
ini aku tidak tidur, aku memilih ke warnet. Aku sudah nggak bisa tidur lagi, waktu
sebelum duhur tadi ku habiskan buat tidur. Tenagaku dah mulai pulih kembali,
meski masih terasa pegel di sekujur tubuh, bekas pukulan dan tendangan tadi
malam.
Sejak
kemarin kamis hingga tadi pagi, aku dan teman-teman seangkatanku mengikuti
ujian kenaikan tingkat Tapak suci melati 3 di SMP Muhammadiyah 1 Condongcatur.
Sepulang sekolah hingga malam hari kami berkumpul di sana untuk mengikuti ujian itu.
Pukul 11.00, kami dibentuk kelompok untuk kembali ke
madrasah dengan berjalan kaki. Awalnya
perasaanku lega. Yang terbesit di
benakku hanyalah kembali ke asrama secepatnya dan tidur. Tapi ternyata tidak.
Belum
sampai di jalan yang besar, kami
berjumpa pos 1-keislaman. Di situ hanya di tanya tentang keagamaan. Lanjut ke
Pos 2-kemuhammadiyahan- yang jaraknya lumayan jauh, kami sekelompok ditanya
tentang kemuhammadiyahan. Lalu kami berjalan hingga menjumpai pos 3-ketapaksucian-
yang letaknya di belakang amplaz. Di situ mulai ada kontak fisik. Kami
sekelompok disuruh kuda-kuda lalu disuruh untuk menepis pukulan dan tendangan,
jika tidak resikonya terpukul. Di pos 3
itu lumayan lama, hingga akhirnya kami menuju amplas, disana ada kakak kelas
yang menyuruh untuk beristirahat sejenak.
Tak
lama kemudian kami beranjak dari amplas.
Dalam Pikiranku pos 3 tadi adalah pos yang terakhir untuk kemudian
pulang ke asrama, karena aku sudah terlalu lelah dan capek. Ternyata, pas kami
nyampe di dekat Mandala Krida sebelum Happy Land, sudah ada kakak kelas yang
berjaga menyuruh kami menunggu. Dari jauh terlihat ini seperti pos berikutnya. Benar,
kami sudah sampai pos 4-fisik. Terlihat temanku dari kelompok lain yang sedang
di “fisik”. Ada yang disuruh balapan
lari, jika kalah disuruh push up dengan tangan menggenggam. Ada yang disuruh
kuda-kuda kemudian di ‘KATAK’ atau “HARIMAU’. Tiba giliran kelompokku, kami
disuruh berlari dan 3 tercepat berhak istirahat dan sisanya push up 10x dengan
tangan menggenggam. Setelah itu, kami disuruh kuda-kuda dan kemudian kakak
kelas itu dengan sigap meng’KATAK’ dan ‘HARIMAU’.
Setelah
itu kami beranjak untuk pergi dari pos itu. Tepat di depan GOR Amongrogo, kami
menjumpai kakak kelas yang membawa minuman dan roti. Kami disuruh beristirahat,
perasaanku lega meski badanku sudah pegal-pegal. Lagi, anggapanku bahwa pos 4 tadi adalah pos
terakhir ternyata keliru. Satu belokan dari seberang GOR Amongrogo telah
dijumpai pos 5 –SABUNG. Seperti namanya, kami disuruh sabung mulai dari
keroyokan, semua musih sampai 1 lawan 1.
Deritaku bertambah ketika aku haris melawan Manal, temanku yang berbadan
tinggi dan gede ketika sabung 1 lawan1.
Selesai
dari pos itu, kami disuruh kembali ke madrasah. Kelompok kami kini berada di
urutan akhir karena didahului oleh kelompok setelah kami yang lebih cepat.
Karena lelah, aku sempat tertidur di depan Bank BRI dekat jembatan
Sayidan. Untung aku segera dibangunin
untuk kembali berjalan meski dengan langkah yang berat.
Akhirnya
kami tiba di madrasah pukul 05.30 tadi. perkiraanku yang semula ingin tiba sebelum
jam 4 agar bisa istirahat salah. Langsung aku menunaikan sholat subuh dan tidur
dengan pulas di masjid madrasah. Pukul 06.30, kami dibangunkan untuk mengikuti
upacara penutupan. Setelah itu kami bersegera pulang ke asrama dan tidur.
Sungguh
perjalanan yang Melelahkan, Tapi Aku Menikmatinya karena akan menjadi
pengalaman hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar