Pages

Jumat, 17 Januari 2014

Ujian Kenaikan Tapak Suci Melati 3

                Siang ini aku tidak tidur, aku memilih ke warnet. Aku sudah nggak bisa tidur lagi, waktu sebelum duhur tadi ku habiskan buat tidur. Tenagaku dah mulai pulih kembali, meski masih terasa pegel di sekujur tubuh, bekas pukulan dan tendangan tadi malam.
                Sejak kemarin kamis hingga tadi pagi, aku dan teman-teman seangkatanku mengikuti ujian kenaikan tingkat Tapak suci melati 3 di SMP Muhammadiyah 1 Condongcatur. Sepulang sekolah hingga malam hari kami berkumpul di sana untuk mengikuti  ujian itu.
                Pukul  11.00, kami dibentuk kelompok untuk kembali ke madrasah dengan berjalan kaki. Awalnya  perasaanku lega.  Yang terbesit di benakku hanyalah kembali ke asrama secepatnya dan tidur. Tapi ternyata tidak.

                Belum sampai  di jalan yang besar, kami berjumpa pos 1-keislaman. Di situ hanya di tanya tentang keagamaan. Lanjut ke Pos 2-kemuhammadiyahan- yang jaraknya lumayan jauh, kami sekelompok ditanya tentang kemuhammadiyahan. Lalu kami berjalan hingga menjumpai pos 3-ketapaksucian- yang letaknya di belakang amplaz. Di situ mulai ada kontak fisik. Kami sekelompok disuruh kuda-kuda lalu disuruh untuk menepis pukulan dan tendangan, jika tidak resikonya terpukul.  Di pos 3 itu lumayan lama, hingga akhirnya kami menuju amplas, disana ada kakak kelas yang menyuruh untuk beristirahat sejenak.
                Tak lama kemudian kami beranjak dari amplas.  Dalam Pikiranku pos 3 tadi adalah pos yang terakhir untuk kemudian pulang ke asrama, karena aku sudah terlalu lelah dan capek. Ternyata, pas kami nyampe di dekat Mandala Krida sebelum Happy Land, sudah ada kakak kelas yang berjaga menyuruh kami menunggu. Dari jauh terlihat ini seperti pos berikutnya. Benar, kami sudah sampai pos 4-fisik. Terlihat temanku dari kelompok lain yang sedang di “fisik”.  Ada yang disuruh balapan lari, jika kalah disuruh push up dengan tangan menggenggam. Ada yang disuruh kuda-kuda kemudian di ‘KATAK’ atau “HARIMAU’. Tiba giliran kelompokku, kami disuruh berlari dan 3 tercepat berhak istirahat dan sisanya push up 10x dengan tangan menggenggam. Setelah itu, kami disuruh kuda-kuda dan kemudian kakak kelas itu dengan sigap meng’KATAK’ dan ‘HARIMAU’.
                Setelah itu kami beranjak untuk pergi dari pos itu. Tepat di depan GOR Amongrogo, kami menjumpai kakak kelas yang membawa minuman dan roti. Kami disuruh beristirahat, perasaanku lega meski badanku sudah pegal-pegal.  Lagi, anggapanku bahwa pos 4 tadi adalah pos terakhir ternyata keliru. Satu belokan dari seberang GOR Amongrogo telah dijumpai pos 5 –SABUNG. Seperti namanya, kami disuruh sabung mulai dari keroyokan, semua musih sampai 1 lawan 1.  Deritaku bertambah ketika aku haris melawan Manal, temanku yang berbadan tinggi dan gede ketika sabung 1 lawan1.
                Selesai dari pos itu, kami disuruh kembali ke madrasah. Kelompok kami kini berada di urutan akhir karena didahului oleh kelompok setelah kami yang lebih cepat. Karena lelah, aku sempat tertidur di depan Bank BRI dekat jembatan Sayidan.  Untung aku segera dibangunin untuk kembali berjalan meski dengan langkah yang berat.
                Akhirnya kami tiba di madrasah pukul 05.30 tadi. perkiraanku yang semula ingin tiba sebelum jam 4 agar bisa istirahat salah. Langsung aku menunaikan sholat subuh dan tidur dengan pulas di masjid madrasah. Pukul 06.30, kami dibangunkan untuk mengikuti upacara penutupan. Setelah itu kami bersegera pulang ke asrama dan tidur.
                Sungguh perjalanan yang Melelahkan, Tapi Aku Menikmatinya karena akan menjadi pengalaman hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar